Dosen Universitas Merdeka Malang

Pelaksanaan kegiatan akademik Lingkungan UNMER Malang didukung oleh 275 orang tenaga pendidik, yang terinci sebagai dosen tetap Yayasan sebanyak 233 (85%), dosen kontrak Yayasan sebanyak 13 (5%) dan dosen yang diperbantukan (DPK) sebanyak 29 (10%) orang.Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI No 19 th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan maka pendidik pada pendidikan tinggi harus memenuhi kualifikasi akademik yaitu tingkat pendidikan minimal: a) lulusan diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) untuk program diploma, b) lulusan program magister (S2) untuk program sarjana (S1), dan c) lulusan program doktor (S3) untuk program magister (S2) dan program doktor (S3). Pada tahun 2012 UNMER Malang memberi kebijakan kepada seluruh dosen yang masih berpendidikan S1 dan yang belum menempuh pendidikan S2 diberi bantuan pembebasan biaya studi untuk menempuh studi S2 di Program Pasca Sarjana UNMER Malang, dari 15 dosen yang masih berpendidikan S1 sebanyak 13 dosen yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2. Melalui kebijakan tersebut maka diharapkan pada tahun 2014 maka seluruh tenaga pendidik yang dimiliki UNMER Malang minimum telah berpendidikan S2 sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No 19 th 2005. Pengembangan kualifikasi pendidikan bagi tenaga pendidik di UNMER Malang selain memberikan beasiswa bagi dosen untuk studi S2 juga memberi kesempatan seluas-luasnya bagi dosen untuk menempuh pendidikan S3 dengan memanfaatkan beasiswa BPPS yang ditawarkan oleh pemerintah. Pada tahun 2012 terdapat 5 orang dosen yang telah menyelesaikan studi S2 dan 10 orang dosen yang telah menyelesaikan studi S3. Sampai akhir tahun 2012 terdapat 45 dosen yang sedang studi S3, dengan biaya BPPS dalam negeri sebanyak 32 dosen (tiga dosen diantaranya beasiswa BPPS luar negeri), dan 13 dosen dengan sumber pembiayaan mandiri dan bantuan dari institusi.

Peningkatan kompetensi tenaga pendidik selain dilakukan melalui studi lanjut juga dilakukan melalui pengiriman tenaga pendidik untuk mengikuti berbagai seminar/workshop/ lokakarya/pelatihan sesuai dengan bidang ilmunya sehingga diharapkan dapat mengikuti perkembangan keilmuan dan perkembangan tuntutan profesi sebagai dosen yang selanjutnya dapat menjadi bahan diskusi dengan para dosen yang lain di Program Studi masing-masing. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik juga dilakukan melalui pelatihan selain dilakukan di luar kampus juga yang dilaksanakan di dalam kampus (in-house), sebagai berikut:

  1. Pelatihan dan pemantapan dalam rangka unggah karya ilmiah.
  2. Sosialisasi penilaian kinerja dosen
  3. Penguatan komitmen dan sosialisasi budaya mutu.
  4. Capacity building tim akreditasi dan penyusunan evaluasi diri serta borang.
  5. Penyusunan logical framework sebagi dasar penyusunan program kerja.
  6. Sosialisasi peosedur dan persiapan sertifikasi Dosen bagi dosen-dosen yang eligibel untuk sertifikasi dosen

Kualifikasi tenaga pendidik ditinjau dari Jabatan Fungsional menunjukkan bahwa terdapat Guru Besar 15 orang (5%), Lektor Kepala orang 90 (33%), Lektor 110 orang (40%), Asisten Ahli 38 orang (14%) dan yang belum mempunyai jabatan akademik (dosen baru) sebanyak 23 (8%). Tenaga kependidikan yang belum mempunyai jabatan akademik adalah dosen kontrak sebanyak 13 orang dan sisanya dosen tetap. Pada tahun 2012 terdapat satu orang tenaga pendidik memperoleh SK penetapan ke Lektor Kepala dan tiga orang dosen memperoleh SK penetapan Asisten Ahli. Sedangkan dua orang dosen masih dalam pengurusan Guru Besar dan satu orang dalam pengurusan Lektor Kepala.

Dalam rangka memahamkan atas proses pengurusan jabatan fungsional maka pada tanggal 21 Desember 2012 telah dilakukan sosialisasi Tatacara pengurusan jabatan fungsional untuk semakin meningkatkan eligibilitas dosen.  Sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, profesional dinyatakan sebagai pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Pada tahun 2012 terdapat empat (4) tenaga pendidik yang lulus sertifikasi dosen dan sedang dalam proses menunggu pengumuman kelulusan sebanyak 12 (4%) tenaga pendidik.  Sampai akhir 2012 terdapat 172 (63%) dosen yang telah memperoleh Sertifikat Profesi sebagai Dosen dengan demikian sisanya sebanyak 91 (33%) menunggu untuk mengikuti sertifikasi di 2013 dan tahun-tahun berikutnya setelah yang bersangkutan memenuhi persyaratan.

 

       
       

Links of Cooperation Institution :
  • newcastle
  • burapha
  • thammasat
  • win
  • utm
  • murdoch
  • curtin
  • uitm
  • uitm
  • kanazawa
Top
  • Follows us our service
  • Facebook Unmer
  • Twitter Unmer
Today : 3,013  Current Week : 5,751  Last Week : 30,920  Last Month : 221,040  All Days : 5,399,112  
Download Full Movie
Tempat Wisata di Bali